skip to Main Content
Tahapan Dan Prosedur Hipnoterapi

Tahapan Dan Prosedur Hipnoterapi

Tahapan dan prosedur hipnoterapi formal pada umumnya terdiri atas 6 tahap sebagaimana tertera pada diagram di bawah ini. Pada prakteknya prosedur baku hipnoterapi bisa juga tidak seperti bagan di bawah ini, karena tahapan dan prosedur hipnoterapi tergantung pada kondisi klien dan tergantung juga pada modalitas hipnoterapis sendiri.

  1. Pre-Induction

Pre-Induction merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi & kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hipnoterapis & klien. Pembinaan hubungan yang kondusif antara Hipnoterapis dan Klien bisa juga disebut sebagai rapport building.

Agar proses Pre-Induction berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hipnoterapis harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari klien, antara lain : hal yang diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui klien terhadap proses Hypnosis, dsb.

Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang Hipnoterapis secara mental terhadap seorang klien.

Pre-Induction merupakan tahapan yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses Hypnosis diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat. Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa Pre-Induction adalah Tahapan Terpenting di dalam melakukan Hipnosis.

  1. Induction

Induction adalah sarana utama untuk membawa seorang untuk berpindah dari Conscious Mind ke Sub Conscious Mind. Secara sederhana, Verbal Induction adalah suatu rangkaian sugesti yang dibawakan secara persuasif, sehingga membawa seorang klien berpindah dari Conscious Mind ke Sub Conscious Mind (trance).

Secara Umum terdapat 2 Jenis Induksi, yaitu:

  1. Authoritarian Induction,

yaitu : Bersifat perintah, dan umumnya diterapkan kepada seorang Klien yang dianggap memiliki kepatuhan tinggi, dan sugestif. Klien menaruh respek yang tinggi terhadap Hipnoterapis. Masuk dalam kategori ini adalah Shock/Rapid Induction dimana seorang  Hipnoterapis dapat menghipnosis seorang klien dalam hitungan menit bahkan detik. Beberapa contoh Teknik Authoritarian Induction : Shake-Hand Induction, Body-Rocking Induction, Flying Hand Induction, dll.

  1. Permissive Induction

Bersifat ajakan atau pemberdayaan (empowerment), dan umumnya diterapkan ketika seorang klien dianggap sama tinggi (otoritasnya) dengan seorang Hipnoterapis. Teknik ini sangat dianjurkan dipergunakan dalam Hypnotherapy, dan digunakan juga kepada klien atau suyet dengan tingkat sugestivitas rendah ataupun sedang (medium). Beberapa Contoh Teknik Permissive Induction : Dave Elman Induction, Progresive Relaxation, Eye Fixation, Flower Method, Seven Plus Minus Two Induction.

 

 

 

 

Deepening

Setelah Melakukan Induction, yang harus dilakukan oleh Terapis atau seorang Hipnoterapis adalah melakukan deepening yang bertujuan untuk membimbing klien memasuki kondisi trance yang lebih dalam. Umumnya saat melakukan induction, seorang klien biasanya memasuki trance ringan. Dalam kondisi ini sebenarnya seorang klien sudah bisa diberikan sugesti. Namun, seringkali seorang terapis membutuhkan kondisi trance yang lebih dalam (medium trance atau deep trance) untuk kasus-kasus tertentu. Menguasai deepening adalah hal mutlak yang diperlukan oleh seorang hipnoterapis, baik untuk tujuan hiburan (stage hypnosis) atau hypnotherapy. Depth Level Test merupakan test untuk melihat seberapa jauh kesadaran seseorang sudah berpindah dari Conscious Mind ke Sub-Conscious Mind.

Jika dari hasil depth level test seorang hipnoterapis melihat kondisi trance kliennya kurang dalam, maka prosedur deepening akan dilakukan lagi sampai pada level trance yang diperlukan.

  1. Suggestion

Setelah klien sudah memasuki kondisi kesadaran tertentu (trance), seseorang siap diterapi dengan menggunakan sugesti-sugesti tertentu.Sugesti dapat diartikan sebagai suatu rangkaian kata-kata, kalimat yang disampaikan dengan cara tertentu, dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut !

Untuk hal-hal utama dalam Suggestion Therapy, sebaiknya menggunakan aturan umum dalam Sugesti, yaitu :

(1). Positive (Sebutkan apa yang diinginkan, bukan yang dihindari)

(2). Repetition (Pengulangan)

(3). Present Tense (hindari kata akan)

(4). Tambahkan sentuhan Emosional dan Imajinasi

Contoh sederhana Suggestion berhenti merokok :

Asap rokok mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan paru dan tubuh

 

Post Hypnotic Suggestion

Post Hypnotic Suggestion adalah sugesti yang diberikan ketika klien dalam kondis trance, sugesti tersebut diharapkan dapat menjadi “nilai baru atau kebiasaan baru” bagi seorang klien ketika seorang klien bangun dari “Tidur Hypnosis”. PHS tidak akan bertahan lama bilamana tidak sesuai atau bertentangan dengan nilai dasar dari klien.

Unsur penting dari PHS adalah

  • Adanya triger atau pemicu yang diperkirakan bakal terjadi pada masa yang akan datang pada kehidupan sehari-hari seorang klien. Triger ini yang memicu seorang klien melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Semakin sering triger itu terjadi maka akan semakin kuat perubahan kebiasaan itu akan terjadi. Syarat sebuah triger adalah bersifat umum dan lazim, kalau triger spesifik dan jarang terjadi maka perubahan yang diharapkan sangat mungkin tidak terjadi. Triger itu bisa berupa visual, auditory atau kinestetik atau kombinasi dari ketiganya.
  • Melibatkan emosi yang diharapkan mendorong perubahan dan pergerakan.
  • Adanya action atau sikap baru yang akan terus menerus terjadi selama triger itu ada. Action ini harus sesuai dengan tujuan hipnoterapi.
  • Selalu menggunakan kalimat “present tense”.
  • Dilakukan Repetition dan Direct Drive untuk memperkuat dampak dari PHS.

Contoh sederhana Post Hypnotic Suggestion berhenti merokok :

Mulai hari ini dan seterusnya jika saya melihat rokok, maka saya akan menghirup oksigen kedalam paru paru saya dan hal itu membuat saya segar dan keinginan merokok saya menjadi hilang.

Suggestion maupun PHS bisa digunakan secara bersamaan tergantung keperluan. Tetapi sebelum terminasi sebaiknya digunakan kalimat PHS supaya tujuan hipnoterapi tercapai.

 

  1. Termination

Termination adalah suatu tahapan untuk mengakhiri proses Hypnosis.

Konsep dasar Termination adalah memberikan sugesti atau perintah agar seorang klien tidak mengalami kejutan psikilogis ketika terbangun dari “tidur Hypnosis”. Standar dari proses termination adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang klien lebih  segar dan relaks.

 

  1. Normal

Klien sudah dalam keadaan segar dan normal kembali.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top