skip to Main Content
Mekanisme Kerja Hipnosys

Mekanisme Kerja Hipnosys

Setiap menjelaskan tentang mekanisme kerja hypnosis yang bagi sebagian orang sangat berbau mistis bahkan sering kali diharamkan, maka tabel di atas akan selalu muncul untuk menjelaskannya. Kondisi otak manusia jika dilihat dari gelombang otaknya, maka secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 tingkatan dan juga 4 mental condition. Kondisi sangat sadar adalah beta kemudian alpha, kemudian theta dan terakhir adalah betha atau deep sleep. Kondisi brain wave ini adalah kondisi normal yang terjadi setiap hari yang dialami oleh setiap manusia. Hanya saja ketika proses terapi terjadi maka seorang hipnotis (orang yang membantu proses hypnosis) akan membimbing klien memasuki kondisi relaxed (alpha wave) atau juga light sleep (theta wave). Dalam kondisi relaxed atau light sleep inilah sugesti diberikan kepada klien, dengan materi sugesti sesuai permintaan klien sebelum proses hypnosis dilakukan.

Kepiawaian seorang hipnoterapis tidak terlepas dari kemampuan mengontrol tingkat gelombang otak agar tidak masuk ke Beta Wave (sadar penuh) dan tidak keterusan sampai ke kondisi Delta Wave atau kondisi tidur pulas dimana dalam kondisi ini tidak ada sugesti yang bisa diterima.

Penjelasan Singkat Tingkat Gelombang Otak adalah sbb :

Beta (14-30 Hz)

 

Dalam frekuensi ini, kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada di kondisi ini ketika kita sedang bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi dan sebagainya. Dalam frekuensi ini, kerja otak cenderung memantik munculnya rasa cemas, khawatir, stres, dan marah. Pada kondisi ini seseorang mampu melakukan aktivitas dan penggunaan pikiran lebih dari satu fokus.

 

Alpha (8-13,9 Hz).

Ketika otak kita sedang berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyuk, rileks, meditatif, nyaman, dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kita merasa nyaman, tenang, bahagia, fokus relaks, kondisi trance ringan, peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, dan awal mengakses pikiran bawah sadar (subconcious mind). Dalam kondisi Alpha ini klien yang dihipnotis masih mampu mendengar dan merespon kata kata yang diucapkan hipnotis.

 

Theta (4-7,9 Hz).

Dalam frekuensi yang rendah ini, seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyuk, keheningan yang mendalam, deep meditation, dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa di tengah keheningan malam ciri kondisi Theta adalah adanya Rapid Eye Movement (REM). REM disebut juga sebagai tidur atau bermimpi. Pada kondisi Theta ini terjadi peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreatifitas, pengalaman emosional, berpotensi terjadinya perubahan sikap, meditasi mendalam, lebih dalam mengakses pikiran bawah sadar (subconcious mind). Dalam kondisi Alpha ini klien yang dihipnotis masih mampu mendengar dan merespon kata kata yang diucapkan hipnotis.

 .

Delta (0,1-3,9 Hz).

Pada frekuensi terendah ini seseorang tengah dikatakan tertidur pulas atau dengan kata lain, memasuki area tidak sadarkan diri. Dalam frekuensi ini, otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Tidur tanpa mimpi, terjadi pelepasan hormon pertumbuhan.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top