skip to Main Content
Hipnotis Menghilangkan Rasa Sakit Tanpa Obat

Hipnotis Menghilangkan Rasa Sakit Tanpa Obat

Rasa sakit yang dimaksud disini adalah benar benar rasa sakit, ya rasa sakit. Jadi agar dipisahkan rasa sakit dengan sakit itu sendiri. Orang yang terkena penyakit kanker stadium akhir, bisa saja dihilangkan rasa sakitnya, meskipun sumber penyakitnya belum teratasi.

Proses merasa sakit disebut persepsi nyeri, atau nosisepsi. Sinyal nyeri dimulai di titik stimulasi dan berlanjut ke saraf dan kemudian ke sumsum tulang belakang Anda hingga sampai ke otak. Inilah waktu dimana otak Anda akan memproses dan memberi tahu Anda untuk bereaksi terhadap rasa sakit.

Ada beberapa tahap di mana rasa sakit dapat dimodifikasi, diperkuat atau diblokir sebelum mereka mencapai otak. Ini adalah fakta ketika ada laporan dari seseorang yang tidak merasa sakit bahkan ketika terluka. Misalnya, tentara yang terluka selama perang atau atlet olahraga sering mengatakan mereka tidak merasa sakit dari cedera mereka sampai sesudahnya.

Contoh lain adalah ketika seorang anak jatuh pada lututnya, jika dia menggosok lututnya, sinyal nyeri dapat diblokir untuk memungkinkan sensasi sentuhan bergerak ke otak, karena kedua jaringan saraf ini berbagi jaringan yang sama.

Berbagai jenis rasa sakit

Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Tetapi secara garis besar dapat dikategorikan sbb :

  • Nyeri nociceptive: disebabkan oleh cedera pada jaringan tubuh. Misalnya terluka, terbakar atau retak (patah tulang).
  • Nyeri neuropatik: Disebabkan oleh kelainan pada sistem yang membawa dan mengartikan rasa sakit — masalahnya mungkin pada saraf, tulang belakang atau otak.
  • Nyeri psikogenik: Jenis rasa sakit ini disebabkan atau diperburuk oleh faktor psikologis.
  • Penyakit akut: Ini adalah rasa sakit singkat sebagai peringatan tubuh atas kerusakan yang terjadi.
  • Nyeri kronis: Nyeri kronis (juga disebut nyeri persisten) dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan yang sedang berlangsung, seperti pada osteoarthritis.

Satu-satunya orang yang benar-benar dapat menjelaskan rasa sakit adalah mereka yang sakit. Inilah sebabnya mengapa ketika Anda memeriksakan diri ke dokter, mereka sering meminta Anda untuk mendeskripsikan rasa sakit. Penting untuk berbagi setiap detail dengan dokter Anda untuk membantu menemukan pengobatan yang paling efektif dan terbaik untuk Anda.

Bagaimana mengatasi rasa sakit?

Setelah Anda tahu proses bagaimana rasa sakit muncul, Anda dapat menemukan cara untuk membangun siklus positif untuk melawan sinyal rasa sakit Anda. Berikut adalah beberapa tips tentang mengelola rasa sakit:

  • Mengalihkan pikiran dengan memikirkan hal-hal yang harus dilakukan dan rencana ke depan
  • Mengalihkan pikiran menggunakan teknik distraksi tertentu
  • Gerakkan diri Anda dalam kegiatan daripada memikirkan rasa sakit
  • Temukan hal-hal yang harus Anda lakukan untuk memberikan rasa senang dan bangga
  • Kendalikan suasana hati Anda dengan menantang pikiran negatif
  • Relaksasi teratur
  • Memakai obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau memakai obat penghilang rasa sakit yang harus dengan resep dokter.
  • Menggunakan program hipnoterapi.

Dengan Teknik Hipnoterapi segala rasa sakit baik yang ringan maupun yang parah bisa diatasi dengan hipnoterapi. Hanya saja kalau menggunakan hipnoterapi harus ada kerja sama antara terapis dengan klien supaya tujuan pengendalian rasa sakit bisa tercapai. Klien yang tidak sabar dan masih beranggapan rasa sakit bisa dikendalikan dengan obat, tentu memilih solusi dengan menggunakan obat.

Tetapi klien yang sudah lelah minum obat dan juga takut ada ketergantungan pada obat keras, seperti morfin, maka hipnoterapi merupakan solusi yang layak dan mungkin wajib untuk dipilih.

Biasanya hipnoterapis akan membawa klien menuju kondisi hipnosis yang sangat dalam, yang biasa dikenal sebagai kondisi somnambulisme. Setelah kondisi ini terdeteksi, maka hipnoterapis akan menanam anchor penghilang rasa sakit. Jadi kapan pun rasa sakit itu muncul maka klien tinggal mengaktifkan anchor tersebut, maka rasa sakit itu hilang.

Tetapi penggunaan teknik hipnoterapi ini harus berkoordinasi dengan dokter yang merawat klien. Karena hilangnya rasa sakit akan mempersulit dokter dalam memprediksi perkembangan penyakit. Jika dokter telah mengijinkan klien  menggunakan hipnoterapi untuk mengendalikan rasa sakitnya, maka hipnoterapis baru boleh melakukan hipnosis terhadap klien. Ini adalah etika hipnoterapi yang berlaku umum di Amerika dan layak juga hal ini diterapkan di Indonesia.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top