skip to Main Content
Halusinasi Dan Penanganannya

Halusinasi Dan Penanganannya

Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat seseorang merasa mendengar, merasa, mencium aroma, dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada. Di kalangan masyarakat tertentu halusinasi ini langsung dianggap sebagai gangguan jin. Halusinasi ini bisa jadi agak atau bisa sangat mengganggu. Tergantung derajat gangguannya dan tergantung apa yang dihalusinasikan.

Penyebab Munculnya Halusinasi

Halusinasi dapat muncul akibat berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya halusinasi yang paling umum:

  • Gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia, demensia, dan depresiberat dengan gejala psikosis. Psikosis adalah kumpulan gejala gangguan mental di mana seseorang merasa terpisah dari kenyataan yang sebenarnya, ditandai dengan gangguan emosional dan pikiran. Penderita psikosis akan sulit membedakan hal yang nyata dan tidak.
  • Gangguan saraf dan otak, seperti penyakit Parkinson, stroke, epilepsi, dan penyakit Alzheimer dll
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, seperti kokain, amfetamin, dan heroin.
  • Demam pada anak kecil atau pada lanjut usia.
  • Gangguan tidur, seperti narkolepsi.
  • Penyakit berat, seperti gagal ginjal atau gangguan hati stadium lanjut, HIV/AIDS, kanker otak.
  • Cedera kepala berat.
  • Gangguan elektrolit, misalnya rendahnya kadar natrium darah (hiponatremia) dan rendahnya kadar magnesium (hipomagenesemia).
  • Kelainan asam basa, seperti pada kondisi asidosis.
  • Efek samping obat-obatan.

Berbagai Jenis Halusinasi yang Perlu Anda Ketahui

Berdasarkan ciri-ciri dan penyebabnya, jenis halusinasi yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Halusinasi pendengaran (audio)

Halusinasi pendengaran adalah jenis halusinasi yang paling umum terjadi, yang menyebabkan seseorang seperti mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain. Anda mungkin mendengar seseorang berbicara kepada Anda atau memberi tahu Anda untuk melakukan hal-hal tertentu. Suara itu bisa berupa suara marah, suara netral, suara mesra, suara lantunan musik, percakapan, tawa, bahkan langkah kaki seseorang.

  • Halusinasi penglihatan (visual)

Halusinasi visual melibatkan indera penglihatan, seolah seperti melihat sesuatu namun benda tersebut sebenarnya tidak ada. Halusinasi visual bisa melihat berupa suatu benda, manusia, atau cahaya. Misalnya, Anda mungkin melihat seseorang yang sebenarnya tidak berada di ruangan, atau melihat lampu berkedip yang sebenarnya lampu tersebut tidak berkedip.

Seseorang bisa disebut menderita halusinasi positif apabila seseorang merasa mendengar suara / merasa melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada baik suaranya maupun wujudnya.

Seseorang bisa disebut menderita halusinasi negatif apabila seseorang tidak merasa mendengar suara / tidak merasa melihat sesuatu yang sebenarnya hal itu ada, baik dari sisi suara maupun wujud fisik.

Jika meminjam Davis Husband Scale (skala kedalaman hipnosis menurut Davis Husband), seserang yang mengalami halusinasi berada dalam keadaan deep trance atau somnambulisme. Seseorang yang umpamanya secara sukarela menjadi subyek penelitian, bisa masuk ke kondisi hipnosis yang dalam, kemudian bisa disugesti mengalami halusinasi dan bisa disugesti normal lagi tanpa halusinasi.

Jika klien yang megalami halusinasi ingin diterapi dengan menggunakan hyptherapy, maka salah satu teknik yang dipakai adalah teknik regresi, hal ini dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan dan selanjutnya dilakukan penyadaran kembali menuju realita kehidupan. Hipnoterapi akan efektif menangani halusinasi apabila penyebab gangguannya bukan masalah fisik, tetapi gangguannya lebih ke masalah mental.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top